Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Sunyi Hujan

hujan di sini sekarang olehnya bumi dihempas, terguyur selari bunyi yang dicipta kemudian mengusir sunyi  kita yang lama berdiam kita yang terpekak tanpa bincang dingin di sini sekarang angin dan tampias memelukku ramah padanya kamu kalah, payah tapi bagi sang dingin kamulah pemenang

Sedu

saat harga nol kau beri pada tiap lakuku selalu jiwaku tercacak bersamanya sunyi lengkung bibirku memang terpajang mestinya kau tahu itu sebuah tonil puncak aku tersedu dan terisak adalah ketika hadirku tak lagi teranggap bahkan enggan kau mengharap saat itu tanpa sadar kau menyerpihku hingga aku mendebu jauh lebih kecil dari yang kau tahu

Geming

Gambar
loc: terminal tirtonadi, solo bahagia mereka khawatirnya sekadar kalah lomba  kejar mengejar turuni tangga jika kalah tangis rengek dicipta sepuluh menit sirna kemudian tergeming aku hatiku bercemas nyaring teriak pikirku cukup sering semua yang terlihat menjadi rival mimpi saat ini yang dikejar

Tuan Rindu

apa benar rindu harus bertuan? jika iya, aku iba pada milikku bertuan namun hadirnya tak disadari tuan berganti tetap tanpa balas notifikasi haha! meski tak pernah berakhir tragedi, milikku kerap menjadi parodi rinduku menggebu gema-gaungkan hati, lalu aku menjadi penonton, teratawa miris pada sunyi