Oleh lelah aku dinanti Tak peduli aku saat ini Tanpa lelah menanti dia sampai nanti Kemudian berkata aku kepada dia Bahwa aku memilih melelah, kepada kamu yang dikira pengolah Agar akhirnya pada nanti, dia tidak pernah aku temui
kapan aku menepi? jawab yang datang tak pernah lantang hanya sayup bisik ku dengar setara sunyi suatu hari pernah ku coba berhenti jatuh aku yang ku kira ramah menyulut marah yang dikira nyaman, mengusir aman sampai kapan seperti ini nasib diombang-ambingkan diri sendiri