Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Asmaraloka

dulu sampai saat ini bersama kita tanpa berpikir memiliki kemudian pada suatu hari bagaimana jika pergimu tak menemukan padaku kembali tidak ingin, takut aku kini selain bisikku pada pemilik dunia apakah hanya waktu yang harus bekerja? tidak, ku rasa bait setelah ini akan mengungkapkannya bahwa pada setiap anggai yang telah dan akan ku beri serta jengah yang entah ke mana berlari adalah untuk kita sama berdiri

Cercah

hai, cercah semoga hanya aku yang mampu melihat kala kau tercacak hingga menari pada benderang

Sunyi Hujan

hujan di sini sekarang olehnya bumi dihempas, terguyur selari bunyi yang dicipta kemudian mengusir sunyi  kita yang lama berdiam kita yang terpekak tanpa bincang dingin di sini sekarang angin dan tampias memelukku ramah padanya kamu kalah, payah tapi bagi sang dingin kamulah pemenang

Sedu

saat harga nol kau beri pada tiap lakuku selalu jiwaku tercacak bersamanya sunyi lengkung bibirku memang terpajang mestinya kau tahu itu sebuah tonil puncak aku tersedu dan terisak adalah ketika hadirku tak lagi teranggap bahkan enggan kau mengharap saat itu tanpa sadar kau menyerpihku hingga aku mendebu jauh lebih kecil dari yang kau tahu

Geming

Gambar
loc: terminal tirtonadi, solo bahagia mereka khawatirnya sekadar kalah lomba  kejar mengejar turuni tangga jika kalah tangis rengek dicipta sepuluh menit sirna kemudian tergeming aku hatiku bercemas nyaring teriak pikirku cukup sering semua yang terlihat menjadi rival mimpi saat ini yang dikejar

Tuan Rindu

apa benar rindu harus bertuan? jika iya, aku iba pada milikku bertuan namun hadirnya tak disadari tuan berganti tetap tanpa balas notifikasi haha! meski tak pernah berakhir tragedi, milikku kerap menjadi parodi rinduku menggebu gema-gaungkan hati, lalu aku menjadi penonton, teratawa miris pada sunyi

Romansa

bagaimana jika yang dulu kukuh kini luruh mulanya hanyut perlahan larut berangkat acuh menjadi butuh siapa sangka jadi begini? teman jadi roman pertama ku ingin menampik lantas ku biarkan saja biar masa bekerja tentukan juara harap yang terasa asing itu saling semoga tak berakhir saling asing

Jarak

bagaimana jika, jarak, yang selama ini ku salahkan untuk segala keresahan pada hati yang kian berantakan bagi mendadak pudarnya senyuman sebenarnya tidak pernah salah sebenarnya merupakan jawaban tiap gelisah sepertinya jarak punya sendiri caranya yang halus sekaligus menyakitkan yang mencipta teriak dalam mendadaknya kekosongan agar yakin menentukan pilihan untuk pergi atau bertahan dan kini aku sudah memilih pada kasus mu, aku pergi